Rabu, 19 Oktober 2011

SISTEM DAN STRUKTUR SOSIAL


SISTEM DAN STRUKTUR SOSIAL

A.    SISTEM SOSIAL
Sistem artinya hubungan saling terkait antara bagian satu dengan bagian lainya yang berfungsi melakukan mekanisme kerja untuk mencapai tujuan tertentu. Didalam teori-teori sosial terdapat dua pendekatan yang selalu menjadi bahan referensi (rujukan) dalam setiap pambahasan atas gejala-gajala sosial, yaitu :
1.        Pendekatan fungsional
Pendekatan ini menggunakan teori yang dikemukakan oleh Talcott Parson. Beberapa poin teori sosial tersebut diantaranya :
a.       Kehidupan sosial itu terdiri dari gabungan gabungan atau elemen-elemen yang saling berhubungan antara satu dan lainnya
b.      Hubungan atar elemen tersebut bersifat saling memengaruhi
c.       Sistem sosial selalu bergerak kearah keseimbangan yang dinamis, artinya menanggapi perubahan yang terjadi akibat pengaruh yang datang dari luar demi mencapai integrasi sosial
d.      Integrasi sosial yang terjadi dilakukan melalui proses adaptasi, institusionalisai (pelembagaan), dan proses-proses lainnya
e.       Perubahan sistem sosial terjadi secara gradual, artinya melalui penyesuaian antar unsur
f.       Perubahan sistem sosial disebabkan oleh adanya penemuan-penemuan baru didlam masyarakat
g.      Gaya integrasi sosial dari sistem sosial akibat terjadinya konsesus (kesepakayan) nilai dan norma sosial, yang merupakan prinsip dan tujuan yang ingin dicapai warga masyarakatnya
Cohen, yang juga aliran fungsional, mengemukakan teorinya bahwa sistem sosial selalu berjalan seperti berikut :
a.       Nilai dan norma sosial merupakan unsur yang mendasari kehidupan sosial
b.      Sistem sosial terbentuk karena ada komitmen
c.       Sistem sosial didasari oleh solidaritas warga masyarakatnya
d.      Sistem sosial didasari oleh adanya kerjasama
e.       Sistem sosial cenderung bertahan lama
f.       Sistem sosial selalu bertahan pada konsensus
g.      Sistem sosial cenderung untuk berintegrasi
h.      Dalam sistem sosial menuntut adanya otoritas (kewenangan) dan legitimasi (pengakuan)

2.      Pendekatan konflik
Konflik adalah keadaan anggota masyarakat byang saling bertikai, bertentangan, dan
bersaing dengan keinginan untuk saling menyingkirkan, menjatuhkan, mengalahkan, hingga memusnahkan, walaupun harus menggunakan kekerasan untuk mewujudkan keinginan tersebut. Dengan demikian, pendekatan ini mengasumsikan kehidupan sosial selalu berada dalam konflik.
 Beberapa asumsi pendekatan ini adalah :
1.      Satu kelompok lebih berkuasa dibandingkan yang lain adalah sebuah pernyataan yang tidak dapat dihindari.
2.      Masyarakat merupakan suatu arena tejadinya konflik-konflik baik bersifat nyata (konflik manifes) dan yang tidak nyata (laten).
3.      Kelompok yang berkuasa menggunakan sistem kepercayaan yang ada.
4.      Dalam kondisi tercapainya konsensus, bentuk pencapaian tersebut bersifat semu atau samar, sebab di dalamnya tersimpan konflik laten (konflik yang terpendam).
5.      Walaupun di dalam kehidupan sosial terdapat nilai dan norma.

B.     Masyarakat Sebagai Sistem
Berikut ini beberapa definisi masyarakat dari para pakar sosiologi :
1.      Emile Durkheim mendefinisikan masyarakat sebagai kenyataan objektif individu-individu yang merupakan anggota-anggotanya.
2.      Karl Marx melihat masyarakat sebagai struktur yang terdapat ketegangan sebagai akibat pertentangan antarkelas sosial sebagai akibat pembagian nilai-nilai ekonomi yang tidak merata.
3.      M.J. Herskovits mendefinisikan masyarakat sebagai kelompok individu yang diorganisasikan dan mengikuti suatu acara hidup tertentu.
4.      J.L. Gillin dan J.P. Gillin memberikan batasan masyarakat sebagai kelompok yang terbesar dengan perasaan persatuan yang sama.
5.      Max Weber mengartikan masyarakat sebagai struktur atau aksi yang pada pokoknya ditentukan oleh harapan dan nilai-nilai yang dominan pada warganya.
6.      Sole Seomardjan mengartikan masyarakat sebagai orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.
7.      Paul B.Orton mengdefinisikan masyarakat secara panjang lebar, menurutnya masyarakat merupakan sekumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup bersama cukup lama, mendiami wilayah tertentu, memiliki kebudayaan yang sama dan melakukan sebagian besar kegiatan dalam kelompok tersebut.
Secara substansial terdapat titik temu yaitu masyarakat merupakan kumpulan manusia yang terdiri dari komponen-komponen :
a.       Terdapat sejumlah orang yang jumlahnya relatif besar, saling berinteraksi antara satu dengan yang lainnya.
b.      Mencari struktur dan sistem sosial budaya, baik skala kecil maupun dalam skala besar antar kelompok.
c.       Menempati kawasan tertentu dan hidup di dalam kawasan tersebut dalam waktu yang relatif lama hingga antar generasi.
Adapun soerjono seokamto mengemukakan bahwa ciri-ciri kehidupan masyarakat adalah :
a.       Manusia yang hidup bersama-sama sekurang-kurangnya terdiri atas dua orang individu.
b.      Bercampur atau bergaul dalam waktu yang cukup lama,
c.       Manyadari bahwa kehidupan mereka merupakan satu kesatuan.
d.      Merupakan sistem bersama yang menimbulkan kebudayaan sebagai akibat dari perasaan saling terkait antara satu dan lainnya.
Marion Levy membuat kriteria masyarakat kehidupan kelompok manusia, diantaranya :\
a.       Kemampuan bertahan yang melebihi masa hidup seorang anggota.
b.      Perekrutan seluruh atau sebagian anggotanya melalui reproduksi atau kelahiran.
c.       Adanya sistem tindakan utama yang bersifat swasembada.
d.      Kesetiaan pada sistem tindakan utama secara bersama-sama.

Terdapat tiga persyaratan untuk membentuk masyarakat yaitu :
a.       Terdapat sekumpulan orang.
b.      Bermukim di wilayah tertentu dalam jangka waktu yang relatif lama.
c.       Akibat dari hidup di tempat tertentu dalam jangka waktu yang lama tersebut akhirnya menghasilkan pola-pola kelakuan yang sering disebut kebudayaan.

C.     STRUKTUR SOSIAL
Menurut Koentjaraningrat menjelaskan bahwa struktur sosial adalah kerangka yang dapat menggambarkan kaitan berbagai unsur dalam masyarakat. Sementara itu, Soeleman B. Taneko menjelaskan bahwa struktur sosial adalah keseluruhan jalinan antara unsur-unsur sosial yang pokok yakni kaidah-kaidah sosial, lembaga-lembaga sosial, kelompok-kelompok sosial serta lapisan-lapisan sosial.

Dimensi struktural ada dua macam, yaitu dimensi vertikal dan dimensi horizontal. Dimensi vertikal akan melihat masyarakat secara bertingkat sedangkan dimensi horizontal biasa disebut sebagai diferensiasi atau pengelompokn sosial ; yaitu pembedaan sosial secara horizontal dalam arti perbedaan-perbedaan tersebut tidak mengandung perbedaan secara bertingkat, melainkan berbeda saja satu dan lainnya.
Pengelompokan manusia secara horizontal tersebut menimbulkan perasaan in group dan out group atas dasar propesi, pekerjaan , suku , ras, agama, dan sebagainya.

D.    Komponen Dalam Struktur Sosial
Status dan peranan
Status atau kedudukan diartikan sebagai tempat atau posisi seseorang dalam suatu kelompok sosial. Adapun kedudukan sosial artinya tempat sosial secara umum dalam masyarakatnya sehubungan orang-orang lain, di dalam lingukngan pergaulannya, prestise ( harga diri ) dan hak-hak serta kewajibannya.
Ada dua pengertian kedudukan sosial di dalam struktur sosial ( 1 ) kedudukan berarti tempat seseorang dalm pola tertutup, (2) kedudukan diartikan sebagai kumpulan hak dan kewajiban yang jika secara nyata dapat dilihat dalam gejala seperti : perbedaan hak , dan kewajiban antara menejer perusahaan dan para pekerja.
Jika dilihat proses memperolehnya, kedudukan dibedakan menjadi dua macam, yaitu :
1.      Kedudukan seseorang yang diperoleh dari bawaan (ascribed status) yang diantaranya kedudukan yang berasifat biologis.
2.      Kedudukan yang diperoleh melalui usaha atau dengan yang disengaja (achieved status).

E.     Institusi (Lembaga) Sosial
Lembaga sosial adalah alat untuk mengikat perilaku anggota masyarakat agar berprilaku sesuai dengan tatanan dan aturan yang menjadi kesepakatan kelompok sosial.

F.      Pelapisan Sosial
Tidak ada manusia yang memiliki kualifikasi yang sama , termasuk di dalamnya adalah kemampuan untuk mengakses kebutuhan akan benda-benda yang memiliki nilai ekonomi.
Makin ke atas kelompok tersebut makin mengecil hingga di pucuk piramida tersebut merupakan anggota masyarakat yang memiliki kualifikasi terbaik dalam kelompoknya.
Adapun makin ke bawah , maka kelompok tersebut makin besar, dengan diisi oleh kelompok-kelompok yang makin rendah pula derajat kualifikasinya.
Adapun kualifikasi manusia itu sendiri dibedakan atas kualifikasi positif dan kualifikasi negatif.

G.    Kelompok Sosial ( Social group )
Kelompok sosial merupakn akibat dari konsekuensi dari kedudukan manusia sebagai makhluk sosial yang selalu berkecendrungan berkelompok dengan manusia lainnya (gregoriusness).
Konsekuensi perbedaan kelompok sosial tersebut melahirkan gejala sosial yang memunculkan kemungkinan pertentangan dan juga kerjasama antara satu kelompok dan lainnya.

H.    Dinamika Sosial
Dinamika sosial merupakan salah satu penalaahan sosiologi ang membahas tentang perubahan-perubahan yang terjadi dalam kehidupan sosial.
Objek pembahasan ini meliputi :
1.      Pengendalian sosial (social control)
pengendalian sosial merupakan cara atau proses pengawasan baik yang direncanakan maupun yang tidak direncanakan untuk mengajak, mendidik, bahkan memakssa warga masyarakat agar para anggota masyarakat mematuhi, dan nilai yang berlaku.
2.      Penyimpangan sosial (role expectation)
Perilaku menyimpang adalah perilaku sejumlah besar orang yang dianggap tidak sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku sehingga penyimpangan tersebut menimbulkan reaksi-reaksi tertentu seperti celaan, cemoohan, gunjingan masyarakat hingga menimbulkan hukuman.
3.      Mobilitas sosial (Social Mobility)
Mobilitas sosial merupakan peristiwa sosial dimana individu atau kelompok bergerak atau berpindah kealas sosial satu kelapisan sosial lainnya baik pergerakan itu mengarah pada gerak sosial dari lapisan sosial bawah bergerak ke atas atau sebaliknya, yaitu bergerak kebawah.
4.      Perubahan Sosial (Social Change)
Perubahan sosial adalah pergeseran nilai-nilai, norma-norma sosial, pola-pola perilaku organisasi, susunan lembaga kemasyarakatan, pelapisan sosial, kekuasaan dan wewenang, interaksi sosial, dsb. Perubahan sosial disebut juga transformasi sosial. Perubahan sosial mengarah pada pergeseran yang bersifat dari pola-pola kehidupan yang tradisional ke arah modern tetapi ada juga yang justru bergeser dari pola-pola peradaban yang maju ke pola-pola tradisional atau bahkan mengalami kehancuran.

Daftar Pustaka
Setiadi, Elly M. Dan Kolip Usman. 2011. Pengantar Sosiologi : Sistem dan Struktur Sosial. Cetakan pertama. Jakarta : Percetakan kencana.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar